Prasyarat & rujukan
- Alat: FSA Research Note Builder — section S5 (risiko + invalidasi) adalah mesin disiplin jualmu.
- Fondasi: I1 (invalidasi) dan I2 (target price) — tanpa keduanya, modul ini tidak bisa dipakai.
1 · Tiga alasan jual yang sah
| Alasan | Contoh | Tes |
|---|---|---|
| 1. Thesis rusak | Invalidasi I1 terpicu: pangsa pasar turun 2 kuartal, FCFF −20% | Sudah ditulis SEBELUM beli — bukan alasan yang dikarang setelah harga turun |
| 2. Harga mencapai nilai | Target Rp2.450 tercapai — upside tersisa <10% | Ada target tertulis; bukan "kayaknya sudah mahal" |
| 3. Ada yang lebih baik | Kesempatan baru dengan upside 40% vs posisi lama tersisa 8% | Perbandingan thesis-vs-thesis, bukan bosan |
Alasan jual yang TIDAK sah: panik saat merah ("cut loss" tanpa thesis), "profit taking" tanpa target tercapai, butuh uang (itu masalah kas, bukan keputusan investasi), dan bosan.
2 · Position sizing: seberapa besar
Tiga aturan sederhana yang mencegah satu kesalahan menghapus portfolio:
- Batas per posisi: satu thesis maksimal 10–15% portfolio. Keyakinan boleh besar — ukurannya tetap dibatasi.
- Ukuran mengikuti keyakinan × ketidakpastian: thesis kuat + bisnis stabil = posisi penuh; thesis spekulatif = setengah posisi atau jangan.
- Korelasi dihitung: tiga saham "berbeda" di sektor yang sama = satu taruhan besar. Diversifikasi = thesis yang tidak berkorelasi, bukan jumlah ticker.
Catatan jujur: sizing tidak membuat thesis benar — ia hanya memastikan thesis yang salah tidak membunuhmu.
3 · Jurnal investasi (1 halaman)
Sebelum membeli, tulis 5 baris ini. Butuh <10 menit — menyelamatkanmu dari dirimu sendiri:
Entri jurnal — [ticker], [tanggal]
1. Thesis (1 kalimat): ___________________________________________
2. Target & harga beli: target Rp____, beli di bawah Rp____ (MOS ____%)
3. Invalidasi: saya JUAL bila ______________________
4. Ukuran posisi: ____% — karena ___________________________________________
5. Review tanggal: ____ (beri tanggal, bukan "nanti")
Review berkala = baca ulang entri ini, bukan baca berita. Pertanyaannya selalu sama: apakah thesis masih hidup?