I2 · Toolbox

Valuasi: Metode Mengikuti Emiten.

Kesalahan valuasi paling mahal bukan salah hitung — salah pilih metode. DCF untuk bank sama kelirunya dengan P/E untuk perusahaan tanpa laba.

Prasyarat & rujukan

  • Wajib: FMVA Sprint Hari 08–15 — DCF diajarkan penuh di sana (tidak diulang di sini).
  • Studi kasus: FMVA Real Cases — UNVR (DCF), ASII (SOTP), TSLA (reverse-DCF), BBCA (valuasi bank).
  • Angka bank: FSA Lab M30 — rasio bank.

1 · Decision tree: metode apa untuk emiten apa

Jenis emitenMetode utamaKenapa
Non-bank, arus kas stabilDCF (FCFF)Nilai = kas yang bisa diambil pemilik di masa depan, didiskon
Bank / finansialDDM / residual income / P-BVDCF tidak cocok untuk bank — utang adalah bahan baku, bukan beban (keputusan LOCKED expansion)
Konglomerat multi-segmenSOTP (sum-of-the-parts)Tiap segmen punya risiko & kelipatan berbeda — satu DCF menutupi itu
Siklikal (komoditas, properti)Mid-cycle earnings × multiple normalDCF di puncak siklus = membeli puncak; pakai laba tengah-siklus
Growth tanpa labaReverse-DCFBalik pertanyaannya: pertumbuhan berapa yang SUDAH dihargai pasar? Masuk akal tidak?
Distress / ekuitas hampir nolJangan (atau liquidation value)Bukan wilayah analis ekuitas — ini meja kredit/workout

Multiples (P/E, EV/EBITDA) adalah pembanding, bukan metode utama — ia menjawab "murah relatif terhadap apa", bukan "berapa nilainya". Selalu pasangkan dengan satu metode absolut.

2 · Margin of safety yang jujur

Margin of safety (MOS) bukan angka magis 30%. Ia adalah fungsi ketidakpastian:

Uji jujur: tulis SATU kalimat — "saya butuh asumsi X benar agar target tercapai; kalau X salah 20%, target saya jadi RpY." Kalau Y di bawah harga pasar, MOS-mu ilusi.

3 · Kapan multiples menipu (value trap)

Tiga pola "terlihat murah" yang paling sering menjebak:

  1. P/E rendah + laba tidak jadi kas. Cek CFO vs laba 3 tahun. Laba tanpa kas = laba kertas (lensa forensik I1).
  2. P/BV < 1 pada bisnis yang menghancurkan modal. Murah vs nilai buku tidak berarti apa-apa bila ROE < cost of equity bertahun-tahun — bukunya menyusut.
  3. EV/EBITDA rendah di puncak siklus. EBITDA puncak membuat kelipatan terlihat murah tepat sebelum jatuh — pakai mid-cycle.

Aturan praktis: multiples untuk screening, DCF/DDM untuk keputusan. Tidak ada yang beli saham hanya karena "P/E-nya 8x".

4 · Lembar valuasi 1 emiten (contoh ilustratif)

ILUSTRATIF — EMITEN FIKTIF

PosNilaiCatatan
FCFFRp210 MDari model (diajarkan di FMVA H08–H15)
g / WACC4% / 9,5%g < pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Enterprise valueRp3.971 M210 × 1,04 ÷ (0,095 − 0,04)
(−) Net debtRp600 MUtang 1.400 − kas 800
Equity valueRp3.371 M
(÷) Saham beredar1.375 jtDiluted
Target priceRp2.450
Harga pasarRp1.800
Upside36%MOS memadai untuk consumer stabil

Lembar seperti ini — satu tabel, semua asumsi terlihat — adalah yang kamu bawa ke simulator komite.

Quiz — gate 80%